Menjelang penutupan tahun 2012, saya dimintai tolong oleh seseorang untuk membuatkan COR Repeater yang dapat dipakai / berfungsi “Bolak-Balik” atau istilah di amateur radio Bidirectional Repeater. COR ini juga sangat memungkinkan difungsikan sebagai Cross Band Repeater, seperti yang bisa dilihat di gambar diagram berikut :
Pada gambar diagram diatas Nampak COR Bidirectional ini berfungsi sebagai Link untuk 2 unit Base Repeater yang berbeda Frequency-nya dan kendala jarak yang mungkin sangat jauh atau terhalang oleh bukit.
Selain sebagai Link 2 Base Repeater yang berbeda Freq. COR ini juga dapat dipakai sebagai Cross Band Repeater, jadi pengguna / user yang mempergunakan perangkat 70cm dapat berkomunikasi dengan user lain yang menggunakan 2M Band.
Instalasi COR pada masing-masing unit terlihat sama persis, karena fungsi radio dipakai sebagai RX juga TX (bergantian).
Selain itu COR ini juga harus mampu menunda Tail Squelch dari Base Repeater yang "dipanggil" tujuannya agar tidak terjadi Loopback (signal balik yang berkelanjutan)
Design PCB ini saya buat dengan model Double Layer PTH dengan soldermask warna Hijau dan Silkscreen warna Putih.
Semoga buat kawanku yang ada di bagian "WIT" sana berhasil mengatasi permasalahan yang dihadapai.
Meskipun sudah tergolong kuno, namun saya percaya bahwa posting ini setidaknya akan memberikan sedikit informasi, bagi kawan-kawan yang sebelumnya pernah mengirimkan pertanyaan namun belum dapat saya jawab pada saat itu.
Alhamdulillah, kawan di lokasi portable 7 sudi meminjamkan radio ini sebagai bahan uji coba.. dan berikut snapshot dari pemrograman radio ICOM model IC-2200H :
Diagram block berikut adalah merupakan repeater standart/basic yang ditambahkan dengan sebuah radio "TRX" (Transceiver). Dimana Transceiver ini berfungsi sebagai Radio Link/penghubung dengan repeater lain agar jarak komunikasi dapat semakin terjangkau..
Pada umumnya TRX ini bekerja pada mode Duplex, meskipun dengan mode Simplex juga sering dijumpai (tergantung kebutuhan dan konfigurasinya sih... :-) )
Block Diagram
Wiring Repeater Link c/w simple dtmf rc
Gambar diatas, adalah pengkabelan secara lengkap konfigurasi repeater link yang terdiri dari Receiver (input) Transmitter (output) Transceiver (input/output) dan dtmf remote control serta COR Repeater Link.
PCB green soldermask ( solder resist) agar tidak mudah korosi
PCB COR Repeater Link test-1
Simulasi/pengetesan COR Repeater Link pada kondisi TRX menerima signal, kemudian memberikan perintah Transmit kepada TX.
PCB COR Repeater Link test-2
Simulasi/pengetesan COR Repeater Link pada kondisi RX menerima signal, kemudian memberikan perintah Transmit kepada TX dan TRX.
Gambar schematic dan pcb untuk saat ini masih belum selaras dalam penulisan urutan labelingnya, tapi jika Anda tertarik ingin memiliki gambarnya silahkan tinggalkan email di komentar.
Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1933 bagi yang merayakannya... khususnya buat rekan se-hobby YB0AA - OM IGK Manila, YB9BOB - OM W.Pande Sudirta SH, YC9CT - OM I Made Jhon Tony dan kawan FB-ku sekaligus teman di aktifitas... Adi Nana Doank... :) Selagi liburan dan banyak waktu senggang... lagi-lagi saya tambahkan posting yang sama dan mudah-mudahan tidak membosankan..
Karena setelah berhasil memprogram radio HT dan Rig dengan RIB yang sangat sederhana itu saya tertarik untuk mencobanya ke radio lain seperti SUICOM dan WEIERWEI. Pada awalnya muncul error... naum setelah diteliti secara bertahap.. ternyata stereo plug mengalami short circuit, kemungkinan akibat saya kikir salah satu sisinya agar dapat masuk ke Radio HYT... tahu sendiri kan jarak antar plug (female) terlalu dekat.
PCB Simplest RIB
HT SUICOM WEIERWEI
Open Program
Untuk pemrograman SUICOM dan WEIERWEI biasanya saya pilih PX777/328 CH128+2Tone.
Artikel ini sama dengan artikel sebelumnya tentang pembuatan repeater sendiri, hanya transceivers.nya saja yang membedakan. Di postingan kali ini radio yang dipergunakan masih dari keluarga Motorola dengan model / tipe yang lebih muda/tergolong masih baru. Sementara COR yang saya pakai versi#3 (TOT dan Release TOT), Antena mempergunakan Diamond F-23H. Untuk men-setting frequency dan lainnya memakai software CPS R06.09.06, sedangkan Radio Interfacenya tetap memakai RIB yang sebelumnya saya pakai untuk radio HYT, SUICOM, WEIERWEI di postingan yang lalu.
tampak semrawut....
tampak depan GM338
ACC Connector GM338
pada radio GM338, Accessories connector.nya memiliki 20 pin, tidak seperti pada GM300 atau GM3188. Meskipun jumlah pin.nya 20, namun connector dengan pin 16 tetap masih dapat dipergunakan. sehingga jika connector tersebut dihubungkan, maka akan terlihat sisa connector pada sisi sebelah kiri dan kanan .... tidak "ketemu" .
Berikut adalah table penjelasan dari fungsi masing masing pin :
Video capture pemrograman/setting frequency, tone, power dan lainnya seperti berikut ini adalah menggunakan Radio Interface yang sama seperti pada artikel sebelumnya ketika saya berhasil mencoba untuk radio produk HYT TC-500 dan HYT TC-700.
Yang membedakan adalah konfigurasi pin-out pada Stereo plug, untuk TXD dan RXD serta GND saja (terpisah). Pada Motorola Mag One A8, stereo plug yang dipergunakan menggunakan ukuran 2,5mm atau kalau kita lihat pada penutupnya (karet penutup) disana jelas terlihat symbol Microphone.
Sedangkan jika kita mengacu pada schematic original dari buku service manualnya tertulis 3,5mm (salah) atau sengaja ya..?? lihat gambar schematic paling bawah..!
Schematic (asli) diambil dari Service Manual
Diagram penggunaan USB to TTL Serial untuk program Radio Mag One A8
Setelah merasa “puas” dengan performance GM3188 yang saya coba gunakan sebagai Repeater baik di band VHF maupun di UHF beberapa tahun yg lalu di Pekanbaru.
Meskipun pada awalnya ragu dengan bentuk fisik yang lebih langsing dibanding kakaknya GM300… tapi setelah berjalan lebih dari 2 tahun lamanya tanpa perawatan sama sekali, hingga hari ini masih sayup2 terdengar pada jarak +/- 60km ( hanya dengan power “LOW” ).
Selain harganya yang kurang lebih sama dengan GM300 waktu itu, bahkan dibeberapa toko harga 1 unit GM300 bisa 3 x lebih mahal dibanding GM3188 (mentang2 sudah tidak diproduksi lagi).
Mengenai konfigurasi pin-out (ACC Connector) identik dengan GM300, sehingga jika sebuah Repeater GR300 / GR500 sedang mengalami masalah besar dan ternyata harus mengganti salah satu main equipment (TX/RX) maka solusi paling mudah dan murah adalah GM3188.
Cara Program Transceiver ini menggunakan Software CPS R05.05 yang jauh lebih informative dibanding RSS.
Sedangkan Programming Cable yang saya pakai menggunakan RIBLess. Brosure / Spec Motorola GM3188 :
Roger Beep berfungsi sebagai pembangkit tone pendek yang dipasang pada perangkat radio untuk memberikan tanda bahwasanya transmisi telah berhenti / selesai. Tujuannya adalah agar orang lain (lawan QSO) mengetahui bahwa Anda telah selesai melakukan transmisi / melepas PTT dan mereka dapat membalas / menjawabnya.
Roget Beep awalnya digunakan pada perangkat SSB, kemudian berkembang menjadi tone yang identik dengan karakter "K" pada Kode Morse (dah-dit-dah), kemudian muncul 5tone dll.
Kira-kira di tahun 2004 muncul berbagai macam jenis Roger Beep pada perangkat Handy Transceiver dengan harga yang sangat terjangkau namun memiliki beberapa pilihan Roger Beep, sebut saja salah satunya adalah “olinca” (maaf bukan promosi lho).
Roger Beep yang sudah saya buat memang kurang praktis dari segi ukuran, karena cukup banyak komponen yang dipergunakan… tetapi dia memiliki fungsi yang lebih flexible. Anda dapat mengisi dan mengganti jenis tone/suara apapun yang menurut Anda paling “pantas” dijadikan sebagai Roger Beep.
Pembangkit Tone untuk roger beep ini menggunakan Chip Voice Record and Playback produk dari ChipCorder. Seri / tipe yang saya pilih adalah ISD1420 (durasi 20 detik) atau dapat juga mempergunakan ISD1416 (durasi 16 detik). Seri ini sengaja saya pilih tentunya dengan alasan "kebutuhan", karena semakin panjang durasinya semakin mahal pula harganya. Kecuali jika akan dipergunakan sebagai Analog Voice Keyer untuk Contest dengan mode Phone.
Roger Beep pada design ini meskipun dibuat untuk perangkat Kenwood TM-261A bisa juga dipergunakan untuk perangkat merek ICOM atau ALINCO dll.. yang perlu menjadi perhatian hanya pada bagian Microphone, PTT dan Ground tentunya.
Sebelum saya menjelaskan bagaimana cara pengisian Tone / Audio ke Chip terlebih dahulu saya sampaikan...
Bagaimana cara kerjanya ?
Anggap saja Tone / Beep sudah ditransfer (recorded) ke Chip Voice (U4)
U2 dan U3 berfungsi sebagai One Shot Trigger., ketika PTT ditekan maka kondisi Pin-3/U2 menjadi High dan sekaligus mengisi kapasitor C2. Sedangkan output pada Pin-10/U2 menjadi Low. Sehingga input pada gerbang AND U3/Pin-1 High & U3/Pin-2 Low, maka Pin-3/U3 tidak terjadi perubahan (tetap Low).
Setelah PTT dilepas, U2/Pin-10 menjadi High dan U2/Pin-3 menjadi Low. Namun tegangan pada D2 Cathoda masih tetap High untuk beberapa saat, hal ini disebakan oleh karena Capacitor C2 masih menyimpan tegangan (discharge). Karena masukan tegangan pada U3/Pin-1 High dan Pin-2 juga High, maka output pada U3/Pin-3 pun juga menjadi High.
Transistor Q2 mendapat trigger dari U3/Pin-3 (Open Colector), maka U4/Pin-24 (PLAYE) menjadi Low / Enable (Playback Enable).
Untuk menjaga durasi PTT agar Tone / Beep tidak terpotong, maka ditambahkan sebuah rangkaian (U1 / Negative Recovery) untuk mengatur PTT Delay. Atur trimpot VR1 hingga Tone / Beep tidak terpotong.
U5-LM386 disini berfungsi sebagai Preamp Mic.. rangkaian opamp ini diperlukan untuk menjaga keseimbangan Audio Microphone dengan Tone/Beep setelah di campur melalui R19 dan R22 dan selanjutnya Audio dari terminal X5 di hubungkan ke Pin-3 RJ45 (Female) di Panel bagian depan Radio.
PTT ke Radio diambil dari Colector Q2 atau pada Terminal X2.
U6 berfungsi sebagai Switch untuk memulai merekam setelah mendapat trigger dari Com Port (DB-9) jika Anda menggunakan Software Voice Keyer
Trimpot VR2 digunakan untuk mengatur level Volume Tone/Beep.
Trimpot VR3 digunakan untuk mengatur Gain/Volume Extra Mic.
Cara Pengisian Tone / Beep ke Chip Voice.
Untuk memudahkan pengisian Audio Tone ke Chip, gunakan software voice keyer milik KA8VIT, seperti yang pernah saya singgung pada Artikel sebelumnya.
Masukkan Stereo phone plug ke Line Out pada Sound Card Komputer.
Siapkan beberapa File Tone/Beep dalam Format *.wav
Tambahkan File tersebut ke Software KA8VIT pada tombol yang masih kosong (Blank) dengan cara klik kanan, lalu pilih file yang akan ditambahkan dan beri judul pada “New Button Caption”
Untuk memulai perekaman, Anda tinggal tekan salah satu tombol yang telah diberi judul.
Selama proses perekaman, LED D3 akan menyala, dan setelah LED tersebut padam, silahkan Anda tekan PTT pada Extra Mic lalu lepas kembali dan Tone/Beep pun akan terdengar di akhir PTT.
Chip Voice ini juga dapat ditambahkan dengan BCD Rotary Switch sebagai Addressable Selector (A0 –A7), sehingga Rogerbeep Anda akan memiliki 10 atau 16 jenis Tone/Beep yang berbeda. Jika kesulitan mencari BCD Rotary Switch.. dapat juga diganti dengan rangkaian Presettable Binary / Decade Up/Down Counter misalnya…
Schematic Roger Beep ISD1420
PCB Overlay
PCB SilkTop
PCB Bottom
Komponen Layout-1
Komponen Layout-2
Di Artikel mendatang saya akan tambahkan Rogerbeep dengan Chip Voice ISD2560, karena Chip ini berbeda dengan ISD1420 terutama dalam hal Timing Control pada proses perekaman.
Sepertinya tidak lengkap jika Repeater yang sudah Anda buat belum dilengkapi dengan peralatan pengendali jarak jauh (Remote Control). Remote Control yang akan dibuat disini dengan metode Dual Tone Multi Frequency sebagai Kode Signal sedangkan media pembawanya dalam bentuk Radio Frequency.
Signal DTMF memiliki 2 group Nada/Tone/Frequency.
Group pertama adalah Row (baris) terdiri dari Frequency Rendah,
Group kedua adalah Colomn (kolom) terdiri dari Frequency Tinggi.
Bila Anda menekan PTT pada sebuah HT kemudian diikuti oleh tombol Keypad seperti pada gambar diatas, maka akan menghasilkan Tone DTMF. Sebagai contoh jika tombol 1 ditekan maka "dia" akan membangkitkan 2 Tone sekaligus yaitu 697Hz dan 1209Hz.
Baris : 697Hz, 770Hz, 852Hz dan 941Hz Kolom : 1209Hz, 1336Hz, 1477Hz dan 1633Hz
Penjelasan lengkap mengenai DTMF serta jenis Tone yang lain dapat Anda baca disini
Dalam posting ini, DTMF RC yang dibuat adalah bagian Decoder-nya saja (penerima).. dan untuk Encoder-nya (DTMF Tone Generator) bisa mempergunakan HT, RIG atau Software DTMF DIAL.
DTMF Decoder ini sengaja dibuat hanya terdiri dari 4 digit / 2 command, dimana (2 Digit) + (*) untuk SET (ON) dan (2 Digit yang sama) + (#) untuk RESET (OFF), Anda dapat memodifikasi sendiri jumlah Command yang akan dibuat.
PCB ini dilengkapi dengan 7 segment display untuk menampilkan Digit yang diterima, walaupun cuma 1 digit, setidaknya dapat membantu untuk memastikan kebenaran digit yang dikirim.. (tahap pengetesan) Agar display dapat ditampilkan, maka terminal X2-X2 harus di jumper, sesuaikan masing masing pin-nya (A=Q1, B=Q2, C=Q3, dan D=Q4) lihat data sheetnya.
Foto ini bukanlah gambar PCB diatas, tapi nama dan fungsinya sama, hanya saja beda pada media pengirim DTMF-nya, yang ini menggunakan saluran Telp kabel (PSTN).
Schematic Simple DTMF RC
Catatan :
IC 4 line to 16 Decoder/Demultiplexer yang dapat dipakai untuk men-decode 4 binary yang dihasilkan oleh MT8870 adalah type CD4514 atau persamaanya CD4067 atau 74LS154 :
Misalnya yang Anda punya hanya IC4067, maka pada bagian Outputnya (16 Digit) harus dipasang pulldown resistor, agar status digital ( High / Low ) dapat merespon dengan cepat.
Jika menggunakan IC 74LS154, maka pada bagian outputnya harus ditambahkan IC Inverting (CD4049 atau 74LS04) atau dapat juga menggunakan NOR Gate.
Crystal yang dipergunakan biasanya saya pakai model kaleng :
7 Segment Display dari type common Cathoda, resistor yang dipakai seharusnya 7 x 220 Ohm, karena PCBnya udah terlanjur… (malas ngeditnya) sebagai penggantinya pakai 1 bh resistor pada Common-nya saja, dengan nilai 560 Ohm 0,5 Watt.
Dip Switch dapat diganti dengan jumper dari kabel (4 jumper), untuk menekan biaya.
IC 7812 juga bisa ditiadakan, dengan catatan tegangan supply-nya 12VDC atau menyesuaikan dengan tegangan relay.
Level Audio dari Radio penerima DTMF harus anda set hingga Decoder mampu mendeteksi Signal yang tepat. Bila perlu di test dengan Tone DTMF yang ditambahkan noise misalnya.
Sebagai penerima Signal DTMF, biasanya saya mempergunakan HT, sehingga didalam Box Repeater terdapat 2 Radio (RIG) dan 1 HT.
Sebetulnya diambil dari Radio (RX) pun bisa, dengan catatan harus menambahkan Circuit Audio Muting agar Tone yang dikirim tidak dipancarkan kembali oleh Transmiter (TX). Langkah yang paling mudah untuk membuat Audio Muting adalah memutus Audio dari RX yang menuju TX dengan Relay , dimana drive / trigger-nya dapat diambil dari Pin-15 (Steering Delay) pada IC MT8870 . Pin-15 ini akan mengeluarkan Tegangan 5V, ketika mendeteksi adanya Signal DTMF yang berlaku / Digit Valid.
Gambar dibawah adalah petunjuk cara menghubungkan rangkaian DTMF RC ini dengan COR#2 atau COR#3. Karena tujuannya untuk menonaktifkan repeater, maka sengaja saya putus pada bagian COS Buffer atau bisa saja pada bagian PTT misalnya.
Menanggapi pertanyaan dari beberapa kawan dari Call Area 7 dan 2, melalui email mengenai pengambilan titik dari Carrier Operated Squelch (COS). Kebetulan Transceiver yang mereka pergunakan sama (ICOM IC-2100H) yang dipakai sebagai Input (Receiver).
Pada prinsipnya Tegangan COS pada tiap Transceiver kurang lebih sama, kira-kira 5V=RX. Agar lebih mudah menentukan titik tersebut.. Anda harus memiliki Schematic Transceiver yang akan dipakai.
Berikut adalah potongan dari schematic ICOM IC-2100H, dimana titik COS dapat diambil / dikeluarkan dan menuju ke COR.
Silahkan Anda coba sendiri dengan mengukur Tegangan pada Terminal J2 Pin-1, dengan status Tone Squelch diaktifkan. Jika kondisi COR bekerja (TX/PTT) maka soket Polarity pada COR perlu Anda pindahkan ke Pin di sebelahnya. (tengah=common).
Anda dapat menghubungkan kabel COS di pertemuan soket J2
Atau
Solderkan kabel (COS) pada pin ini (J2 Pin-1)
Untuk menuju ke titik penyolderan, Anda harus membuka 2 baut di panel depan dan 4 baut di PCB Modul Display. Kabel Ground dapat diambil dari circuit lainya.
Setelah selesai, atur posisi kabel COS pada saat Modul Display dipasang kembali… awas terjepit..!!
Berikutnya hubungkan kabel COS tadi ke terminal COS pada pada PCB COR.