Tampilkan postingan dengan label Simple. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Simple. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 September 2011

SIMPLE AUTOMATIC JAMMER CONTROLLER



Menyimak dari judulnya terkesan arogan ya..?
Tapi sepanjang dipergunakan untuk keperluan yang semestinya sih sebetulnya sangat membantu.
Mainan ini sebetulnya atas permintaan seorang kawan dan lagi" melalui email, yang intinya minta dibuatkan sebuah rangkaian "Otomatis Dubling" yang simple.

Prinsip kerjanya kurang lebih seperti ini :

Rangkaian ini memiliki 1 Input berupa COS (Active High) dan 1 Output berupa PTT(Active Low).
Sedangkan Transceiver yang dipergunakan boleh merk apa saja.
Ketika alat ini telah dihubungkan dengan terminal COS dan PTT tentunya power supply 12V s/d 13,8V juga sudah diaktifkan, maka bila Transceiver ini menerima signal, maka seketika itu juga langsung melakukan Transmit dengan durasi tertentu yang dapat diatur melalui Trimpot dan akan berhenti Transmit juga dengan durasi (interval) tertentu.
Selama Transceiver ini masih menerima signal maka Transceiver ini juga akan melakukan Transmit secara berulang-ulang.
Transceiver ini akan berhenti Transmit ketika pada frequency tersebut telah "Clear"...

Tetapi saran saya sebelum alat ini diaktifkan, ada baiknya diberikan sedikit saran dan nasihat kepada mereka yang mungkin tidak tahu bahwa pada frequency tersebut memang tidak boleh dipergunakan secara bebas.
Sehingga bagi siapa saja yang memakai alat ini tidak dianggap/dinilai arogan, sok, belagu..apalagi yaaa...?? :)


Salam
de yc5nbx / 7 n 73s Selengkapnya……

Senin, 04 Oktober 2010

SIMPLEST COR - SEDERHANA

Pada posting ini saya sengaja buatkan sebuah COR yang sangat simple dan mudah dibuat. Design ini mudah-mudahan dapat memenuhi harapan beberapa kawan yang menanyakan dan minta skematik COR Repeater yang sederhana.
COR ini hanya terdiri dari 1 IC Tipe CD40106 (Hex Schmitt Trigger) kemudian 1 IC Optocoupler tipe 4N33 atau sejenisnya sebagai PTT Switch, atau dapat juga diganti dengan Transistor NPN seperti 2N3904 atau sejenisnya, dan beberapa komponen lainya antara lain 2 bh diode 1N4148, Resistor, Capacitor Electrolytic serta Variable Resistor sebagai pengatur delay PTT (Hang Time)
Rangkaian ini dapat bekerja pada Tegangan 5V s/d 15V.

lihat gambar schematic berikut

SIMPLEST COR
Schematic

Jika Delay PTT (Hang Time) dirasa kurang cukup...terlalu cepat maka coba ganti Capacitor dengan nilai yang lebih tinggi misalnya 4,7uF atau 10uF

SIMPLEST COR - TIME CHART
Time Chart

Simulasi Simplest COR

73 de yc5nbx
Selengkapnya……

Kamis, 25 Desember 2008

SIMPLE DTMF DECODER RC

Sepertinya tidak lengkap jika Repeater yang sudah Anda buat belum dilengkapi dengan peralatan pengendali jarak jauh (Remote Control).
Remote Control yang akan dibuat disini dengan metode Dual Tone Multi Frequency sebagai Kode Signal sedangkan media pembawanya dalam bentuk Radio Frequency.

    Signal DTMF memiliki 2 group Nada/Tone/Frequency.
  • Group pertama adalah Row (baris) terdiri dari Frequency Rendah,

  • Group kedua adalah Colomn (kolom) terdiri dari Frequency Tinggi.


KEYPAD HT

Bila Anda menekan PTT pada sebuah HT kemudian diikuti oleh tombol Keypad seperti pada gambar diatas, maka akan menghasilkan Tone DTMF. Sebagai contoh jika tombol 1 ditekan maka "dia" akan membangkitkan 2 Tone sekaligus yaitu 697Hz dan 1209Hz.


Baris : 697Hz, 770Hz, 852Hz dan 941Hz
Kolom : 1209Hz, 1336Hz, 1477Hz dan 1633Hz


DTMF keypad frequencies (with sound clips)
1209 Hz1336 Hz1477 Hz1633 Hz
697 Hz123A
770 Hz456B
852 Hz789C
941 Hz*0#D

Penjelasan lengkap mengenai DTMF serta jenis Tone yang lain dapat Anda baca disini


Dalam posting ini, DTMF RC yang dibuat adalah bagian Decoder-nya saja (penerima).. dan untuk Encoder-nya (DTMF Tone Generator) bisa mempergunakan HT, RIG atau Software DTMF DIAL.

DTMF Decoder ini sengaja dibuat hanya terdiri dari 4 digit / 2 command, dimana (2 Digit) + (*) untuk SET (ON) dan (2 Digit yang sama) + (#) untuk RESET (OFF), Anda dapat memodifikasi sendiri jumlah Command yang akan dibuat.

PCB ini dilengkapi dengan 7 segment display untuk menampilkan Digit yang diterima, walaupun cuma 1 digit, setidaknya dapat membantu untuk memastikan kebenaran digit yang dikirim.. (tahap pengetesan)
Agar display dapat ditampilkan, maka terminal X2-X2 harus di jumper, sesuaikan masing masing pin-nya (A=Q1, B=Q2, C=Q3, dan D=Q4) lihat data sheetnya.


DTMF Overlay

DTMF Silkscreen

DTMF Bottom

DTMF RC Telp

Foto ini bukanlah gambar PCB diatas, tapi nama dan fungsinya sama, hanya saja beda pada media pengirim DTMF-nya, yang ini menggunakan saluran Telp kabel (PSTN).

Schematic Simple DTMF RC


DTMF Schematic


    Catatan :
  1. IC 4 line to 16 Decoder/Demultiplexer yang dapat dipakai untuk men-decode 4 binary yang dihasilkan oleh MT8870 adalah type CD4514 atau persamaanya CD4067 atau 74LS154 :


    • Misalnya yang Anda punya hanya IC4067, maka pada bagian Outputnya (16 Digit) harus dipasang pulldown resistor, agar status digital ( High / Low ) dapat merespon dengan cepat.

    • Jika menggunakan IC 74LS154, maka pada bagian outputnya harus ditambahkan IC Inverting (CD4049 atau 74LS04) atau dapat juga menggunakan NOR Gate.


  2. Crystal yang dipergunakan biasanya saya pakai model kaleng :

  3. 7 Segment Display dari type common Cathoda, resistor yang dipakai seharusnya 7 x 220 Ohm, karena PCBnya udah terlanjur… (malas ngeditnya) sebagai penggantinya pakai 1 bh resistor pada Common-nya saja, dengan nilai 560 Ohm 0,5 Watt.


  4. LED-Based 7-segment display showing the 16 Hex digits



  5. Dip Switch dapat diganti dengan jumper dari kabel (4 jumper), untuk menekan biaya.

  6. IC 7812 juga bisa ditiadakan, dengan catatan tegangan supply-nya 12VDC atau menyesuaikan dengan tegangan relay.

  7. Level Audio dari Radio penerima DTMF harus anda set hingga Decoder mampu mendeteksi Signal yang tepat. Bila perlu di test dengan Tone DTMF yang ditambahkan noise misalnya.


Sebagai penerima Signal DTMF, biasanya saya mempergunakan HT, sehingga didalam Box Repeater terdapat 2 Radio (RIG) dan 1 HT.

Sebetulnya diambil dari Radio (RX) pun bisa, dengan catatan harus menambahkan Circuit Audio Muting agar Tone yang dikirim tidak dipancarkan kembali oleh Transmiter (TX).
Langkah yang paling mudah untuk membuat Audio Muting adalah memutus Audio dari RX yang menuju TX dengan Relay , dimana drive / trigger-nya dapat diambil dari Pin-15 (Steering Delay) pada IC MT8870 .
Pin-15 ini akan mengeluarkan Tegangan 5V, ketika mendeteksi adanya Signal DTMF yang berlaku / Digit Valid.

Gambar dibawah adalah petunjuk cara menghubungkan rangkaian DTMF RC ini dengan COR#2 atau COR#3.
Karena tujuannya untuk menonaktifkan repeater, maka sengaja saya putus pada bagian COS Buffer atau bisa saja pada bagian PTT misalnya.

DTMF Wiring


DATA SHEET :


| CD4514 | CD4067 | 74LS154 | MT8870 | CM8870 | 74LS48 |

REFF :


HAMTRONICS


Selamat menyolder Download


| 73 de yc5nbx |
Selengkapnya……

Sabtu, 13 Desember 2008

COR #1 - Carrier Operated Relay

Carrier Operated Squelch atau Carrier Operated Switch dulunya dikenal sebagai Carrier Operated Relay (COR) bahkan hingga saat ini kawan-kawan lebih sering menyebutnya COR.

Carrier Operated Relay itu sendiri berfungsi sebagai control PTT pada sebuah Repeater.
Perbedaan antara COR dengan COS yaitu pada tegangan keluaran-nya. COR umumnya berupa Contact Point – Relay (Dry Contact), karena pada jaman-nya semua Radio menggunakan Tabung dan Relay untuk keperluan Switchingnya. Meskipun saat ini masih banyak Radio menggunakan Tabung, tetapi hanya dipakai pada bagian akhir (amplifier).

Sedangan Radio jaman sekarang yang lebih dikenal dengan istilah Solid State maka COS yang dihasilkan adalah berupa perubahan nilai tegangan, dimana Signal yang diterima oleh unit receiver pada titik open squelch akan berubah statusnya dari Logic Low ke Logic High (+5V / 0V-Ground) atau sebaliknya.

Yang paling mudah Anda lihat dari perubahan tersebut adalah pada Indicator “Channel Busy” biasanya dalam bentuk LED.
Status Logic inilah yang dimanfaatkan untuk men-drive relay, transistor ataupun optoisolator…yang dipakai sebagai PTT.

Gambar dibawah ini terdiri dari COR (COS buffer - Delay - Relay Driver) dan Audio Buffer serta Diagram Block Repeater.

Simple COR Schematic

Panjang / pendeknya delay dapat diatur dengan merubah nilai C2 dan pengaturan VR2.

Memang tidak semua jenis radio menyediakan terminal COS, sehingga keterampilan dan kesabaran Anda diperlukan untuk membuka casing radio dan mencari titik COS tersebut.

Jika Anda merasa “sayang” dengan radio Anda yang mungkin masih bagus dan mahal lalu harus di oprek-oprek, maka ada solusi lain untuk menciptakan sebuah COS tanpa harus merusak segel garansi… lihat schematic pada link berikut ini

Prinsip kerja rangkaian tersebut kurang lebih sama dengan rangkaian VOX, dimana Audio dari Receiver (Speaker) akan dirubah menjadi suatu tegangan rata (dc) oleh 2 buah Diode 1N34 yang selanjutnya dirubah menjadi Logic Low atau High dengan Transistor 2N2222A.
Circuit ini sebetulnya sudah bisa dipakai untuk men-drive sebuah relay / optoisolator (PTT), atau Anda dapat menggabungkan kedua circuit tersebut untuk membuat sebuah Repeater.

Namun circuit VOX / COS seperti gambar tersebut diatas bukanlah merupakan jaminan bahwa Repeater akan bekerja dengan baik…? Hal ini disebabkan karena sifat dari VOX yang memiliki treshold tertentu. Sebagai contoh… jika Anda men-transmit-kan radio tapi Anda tidak mengeluarkan suara apapun (diam) apalagi noise di hamshack anda juga sangat kecil “hening”, maka yang terjadi VOX akan jatuh alias tidak mengeluarkan Signal.

Jadi menurut pendapat saya, sebaiknya gunakan COS bawaan dari Transceiver dengan mencari titik signal receiver-nya, lalu gunakan circuit COR diatas.

Contoh Transceiver yang sudah dilengkapi dengan COS biasanya terdapat pada produk Motorola dan sebagian produk Alinco.

Berikut adalah gambar PCB lengkap dari circuit tersebut diatas (COR dan Audio Buffer) :



Simple COR overlay Simple COR Silkscreen
Simple COR bottom My First Repeater


Artikel lengkap dengan Daftar komponen dapat di Download disini.

Selamat mencoba

de yc5nbx 73
Selengkapnya……

Minggu, 07 Desember 2008

SIMPLE CW TOUCH KEYER

Menyambung posting sebelumnya (CW KEYER), kali ini saya mencoba memodifikasi CW Keyer tersebut menjadi CW Touch Keyer.

Touch Keyer ini terdiri dari rangkaian Tone Generator, Clock Generator, Flip-Flop, Delay, Audio Switch dan Capacitance Sensor.

Komponen yang dipakai pada Touch Keyer ini juga sangat mudah didapatkan dan cukup murah kecuali Paddle.

Paddle yang saya buat terbuat dari 2 buah keping PCB yang sengaja dilapisi dengan Mas (Gold Electroplating) atau istilahnya "Sepuh". Hal ini dimaksudkan agar Paddle tersebut nantinya lebih tahan/awet (tidak mudah oksidasi) karena seringnya di Sentuh, apalagi tangan saya yang cenderung berkeringat.

Saran saya sebaiknya Paddle dibuat dari bahan Plat Tembaga dengan tebal +/- 2mm selanjutnya di Sepuh.


CONTOH MODEL TOUCHPAD

touchpad Paddle Sense



PCB Touch Keyer ini sengaja saya buat dalam 2 model :
  • Model 1 Paddle Ground+Sense
  • Model 2 Paddle Sense.



PCB MODEL 1 :

pcb touchkey overlay


Untuk schematic-nya Anda dapat melihat pada posting sebelumnya atau klik disini.


PCB MODEL 2 :

PCB Touchkey 2 overlay



Foto dibawah ini adalah CW Touch Keyer yang sudah siap untuk latihan sendiri :



Front View Inside
Top View Touch Paddle2


Atau Anda bisa melihat "cuplikan" Video dari Youtube pada Sidebar Kanan di halaman ini.


CATATAN :

Paddle Model 1 :

Hal ini dimaksudkan agar Touch Keyer ini dapat bekerja dengan baik jika akan dioperasikan dengan menggunakan sumber tegangan dari Battery.

Paddle Model 2 :

Terminal Ground pada Circuit / PCB akan lebih baik terhubung ke Ground agar perubahan nilai Capacitance ketika Pad disentuh dapat tercapai, sambil mengatur Sensitifitas (Trimpot).
Jika Transceiver Anda saat ini sudah terhubung ke Ground, maka Anda tidak perlu lagi memasang kabel Ground khusus untuk Touch Keyer ini.
Penjelasan mengenai Capacitance Sensor silahkan Anda klik link dibawah atau disini.


Pada bagian Tone Generator, Anda bisa mencoba dengan Audio Oscillator lain yang lebih Sinus agar Tone yang dihasilkan lebih lembut dan enak didengar.


Reed Relay disini, hanya berfungsi sebagai pemutus Audio ke Speaker / Mic, Anda bisa mencoba dengan cara lain seperti circuit Audio Muting atau electronic audio switch sejenisnya.


Reff :

http://www.edn.com/article/CA498777.html
http://www.rason.org/Projects/cwkeyer/cwkeyer.htm
http://www.reconnsworld.com/audio tonegenerate.html

Data sheet (reed relay) :
http://www.ece.com.tw/product/relay/edr/edr.htm
atau :
http://at.ur.ru/comp/relays/goodsky-gsr.shtml

Jika Anda tidak ingin repot-repot membuatnya... mungkin link ini bisa membantu.

Download File


de yc5nbx, 73

Selengkapnya……

Jumat, 05 Desember 2008

SIMPLE CW KEYER HOMEBREW

Inilah Keyer yang pertama kali saya miliki… meskipun penampilannya sangat “menyedihkan” tapi lumayan untuk melatih diri.
Karena fisiknya kecil, keyer ini mudah dibawa / dikantongin kemana aja anda bepergian (portable).

CW Keyer ini terdiri dari 2 bagian, pertama adalah Keyer-nya (mekaniknya) lalu yang kedua adalah Electronic-nya (Tone Generator).
Pembutan CW Keyer ini tidaklah sulit, karena seluruh komponen mulai dari Keyer sampai dengan Electronic mudah untuk memperoleh.

Iambic Keyer (Mekanik) :

Seperti nampak pada gambar, komponen keyer terdiri dari kepingan PCB, Metal Strip, Copper Pipe, Spring, Nuts, Paddle, Stereo/Phone Plug, Box dan kabel.

Caranya :

1. Potong PCB sebagai kedudukan keyer sesuai dengan ukuran Box yang Anda miliki.. contoh Box yang saya pakai terbuat dari…. (Anda tahu sendirilah).
2. Buatlah marking pada PCB untuk kedudukan Bau, lalu di Bor sesuai ukuran..dan pasangkan Mur Baut ukuran 2,5mm.
3. Siapkan 2 potong Plat Strip tembaga atau bahan metal yang lain dengan tebal sekitar minimal 1mm dan bentuklah sesuai contoh kemudian tempelkan sepotong Sleeve (pipa tembaga) atau conduit lain dengan diameter sekitar 3 s/d 4mm sebagai sendi / engsel, kira-kira posisinya pada bagian tengah.
4. Masukan Plat Strip tersebut ke sepasang Baut yang telah dipasang, lalu cobalah untuk diputar/digerak-kan… Usahakan pergerakan tersebut ringan. Setelah itu pasangkan Spring (pegas) pada posisi ditengah-tengah Plat Strip agar posisi Paddle tidak saling bersentuhan. Pegas yang saya pakai..dicomot dari bagian Floopy Disc, dimana di bagian dalam terdapat shutter spring sebagai penutup magnetic disc.
5. Ambil penjepit kabel data, bagian dari konektor Paralel/Serial Port, atau bahan lain…lalu bengkok-kan sebesar 90 derajat, untuk kedudukan Baut pengatur sensitifitas… (kerenggangan keyer)
6. Baut yang berada ditengah-tengah keyer, adalah sebagai Common (Ground) yang nantinya akan terhubung ke Circuit Electronic melalu Stereo / Phone Plug.
7. Sedangkan kedudukan Baut yang dipakai sebagai Pengatur Sensitifitas, masing-masing dihubungkan ke terminal(W) DIT key dan DAH key, melalui Phone Plug (terminal L dan R).




keyer1 keyer2
keyer3 keyer6
keyer7 keyer8


Electronic Keyer / Tone Generator :

Untuk bagian electronic keyer-nya, saya mengadopsi dari N1HFX, selain simpel dan mudah mencari komponenya.. juga karena tidak menggunakan Microcontroller.. (karena memang belum menguasi)

Speaker bisa menggunakan Piezo atau speaker Radio HT.
Serial Port / DB9 Male disini sengaja saya tambahkan agar dapat di hubungkan ke Sound Card Interface yang Anda miliki, sehingga dapat dipakai langsung dengan perangkat VHF Transceiver ( 2M ).

Pada gambar schematic dibawah ini, circuit yang dipakai untuk Keyer diatas yang berwarna Hitam, sedangkan warna Merah adalah adanya tambahan circuit capacitance touch sensor yang akan saya unggah pada posting berikutnya.
PCB khusus untuk rangkaian ini memang belum sempat saya buat, tapi bisa dilihat di PCB CW Touch Keyer di Blog ini.


Schematic Electronic Keyer

Schematic Electronic CW Keyer

Silahkan Anda mencoba sendiri mendesign PCBnya… dengan Software ExpressPCB atau yang lain.

Selamat mencoba, semoga berhasil.

Download File

Reff :
http://www.rason.org/Projects/cwkeyer/cwkeyer.htm
http://www.reconnsworld.com/audio tonegenerate.html
Data sheet (reed relay) :
http://www.ece.com.tw/product/relay/edr/edr.htm


Salam
de yc5nbx 73
Selengkapnya……