Tampilkan postingan dengan label COR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label COR. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 April 2011

REPEATER LINK CONTROLLER

Diagram block berikut adalah merupakan repeater standart/basic yang ditambahkan dengan sebuah radio "TRX" (Transceiver).
Dimana Transceiver ini berfungsi sebagai Radio Link/penghubung dengan repeater lain agar jarak komunikasi dapat semakin terjangkau..

Pada umumnya TRX ini bekerja pada mode Duplex, meskipun dengan mode Simplex juga sering dijumpai (tergantung kebutuhan dan konfigurasinya sih... :-) )

Repeater Link Diagram


Diagram Block,Repeater Link,Controller,COR
Block Diagram

Schematic,Repeater Link,Controller,COR
Wiring Repeater Link c/w simple dtmf rc

Gambar diatas, adalah pengkabelan secara lengkap konfigurasi repeater link yang terdiri dari Receiver (input) Transmitter (output) Transceiver (input/output) dan dtmf remote control serta COR Repeater Link.

COR LINK PCB soldermask
PCB green soldermask ( solder resist) agar tidak mudah korosi

Layout,PCB,COR,Repeater,Link,Controller
PCB COR Repeater Link test-1

Simulasi/pengetesan COR Repeater Link pada kondisi TRX menerima signal, kemudian memberikan perintah Transmit kepada TX.


Layout,PCB,COR,Repeater,Link,Controller
PCB COR Repeater Link test-2

Simulasi/pengetesan COR Repeater Link pada kondisi RX menerima signal, kemudian memberikan perintah Transmit kepada TX dan TRX.

Gambar schematic dan pcb untuk saat ini masih belum selaras dalam penulisan urutan labelingnya, tapi jika Anda tertarik ingin memiliki gambarnya silahkan tinggalkan email di komentar.

Salam de yc5nbx
Selengkapnya……

Senin, 04 Oktober 2010

SIMPLEST COR - SEDERHANA

Pada posting ini saya sengaja buatkan sebuah COR yang sangat simple dan mudah dibuat. Design ini mudah-mudahan dapat memenuhi harapan beberapa kawan yang menanyakan dan minta skematik COR Repeater yang sederhana.
COR ini hanya terdiri dari 1 IC Tipe CD40106 (Hex Schmitt Trigger) kemudian 1 IC Optocoupler tipe 4N33 atau sejenisnya sebagai PTT Switch, atau dapat juga diganti dengan Transistor NPN seperti 2N3904 atau sejenisnya, dan beberapa komponen lainya antara lain 2 bh diode 1N4148, Resistor, Capacitor Electrolytic serta Variable Resistor sebagai pengatur delay PTT (Hang Time)
Rangkaian ini dapat bekerja pada Tegangan 5V s/d 15V.

lihat gambar schematic berikut

SIMPLEST COR
Schematic

Jika Delay PTT (Hang Time) dirasa kurang cukup...terlalu cepat maka coba ganti Capacitor dengan nilai yang lebih tinggi misalnya 4,7uF atau 10uF

SIMPLEST COR - TIME CHART
Time Chart

Simulasi Simplest COR

73 de yc5nbx
Selengkapnya……

Kamis, 10 Juni 2010

SIMULASI COR REPEATER

Menanggapi keraguan seorang kawan yang telah mencoba membuat PCB COR pada postingan sebelumnya dan informasinya tidak berhasil.
Menurut saya ada beberapa kemungkinan kesalahan :
1. Periksa kembali semua track PCB, pastikan tidak ada yang putus, ada baiknya menggunakan bantuan sinar dibalik PCB agar lebih mudah untuk diterawang.
2. Periksa tiap solderan, apakah terdapat sisa timah yang menyentuh jalur lain.
3. Ukur tegangan pada tiap titik Test Point.
4. Sebelum dihubungkan dengan Radio Penerima (RX unit) ada baiknya di test terlebih dahulu dengan memberikan tegangan trigger (+5VDC) ke terminal COS dilengkapi dengan Toggle Switch.
5. Periksa seluruh komponen, dan pastikan tidak ada yang rusak.
Sebagai acuan saya mencoba membuat simulator dari Schematic COR, dan mudah2an dapat dipergunakan sebagai pembanding/cross check.



Video lain adalah Simulasi gerbang Logika NOR, meskipun dalam schematic COR versi yc5nbx tidak menggunakan gerbang NAND, tapi sengaja saya sisipkan sekalian.
dan lainya sesuai dengan judulnya masing2 adalah simulasi per bagian (sub circuit) agar lebih mudah dalam pemeriksaan.
Dalam Simulasi COR ini ada sedikit perbedaan seperti misalnya circuit Pulse Generator dengan IC NE555 diganti dengan symbol CLOCK, ini hanya bertujuan untuk membuat lebih simple.
Lalu ada symbol VCS (Voltage-Controlled Switch) dibagian CLOCK, ini bertujuan untuk men-disable tegangan clock, karena dalam symbol CLOCK tegangan kerja sudah ada “didalamnya” dan fungsi enable/disable pun juga tidak disediakan.
Kemudian ada juga symbol dengan Label DC State, ini berfungsi sebagai Timer-Controlled Switch dan tujuanya adalah sebagai pemicu awal (SET atau RESET) pada circuit SR Latch.
Terakhir pada bagian bawah Schematic nampak terdapat circuit 2 Digit Up-Down Counter yang dilengkapi dengan HEX KEYPAD untuk mengkondisikan nilai setting (Preset Load) yang ini hanya sebagai indicator / display untuk memastikan kebenaran jumlah pulse.












73 de yc5nbx
Selengkapnya……

Selasa, 16 Desember 2008

COR #3 With Courtesy Beep Keyer

Sepintas dari layout dan jenis komponen yang dipergunakan dalam COR ini memang berbeda dengan COR versi sebelumnya (#2).
Tapi coba Anda pelajari schematic dibawah ini,… bagaimana… ?? sama kan cara kerjanya…?

Memang sengaja saya buat COR dengan Model lain, dengan tujuan agar saya pribadi khususnya, semakin memahami fungsi-fungsi dari Logic Gate pada rangkaian kontrol Analog.

My 3rd Repeater


Sehingga saya tidak perlu menjelaskan lebih jauh… karena perbedaanya hanya pada fungsi Switch yang sebelumnya mempergunakan Bilateral Switch dan gerbang NOR yang di fungsikan sebagai NOT, sedangkan fungsi switch COR ini menggunakan gerbang AND dan NOR (SET/RESET – Latch)


Terdapat sedikit tambahan dari design COR ini… yaitu adanya circuit Courtesy Beep Key..(U11 dan U12) dan eQSO Keyer.
Tujuan dari Courtesy Beep itu sendiri adalah :

  1. Sebagai pertanda / pemberitahuan bahwasanya transmit telah berakhir / signal menghilang dari RX

  2. Memberikan kesempatan kepada lawan QSO untuk bicara setelah nada Courtesy Beep.

  3. Untuk mengetahui adanya Signal Balik pada Repeater, ketika PTT Radio dilepas.


Pada umumnya Courtesy Beep berupa suara “Tone” baik itu Single Tone maupun Multi Tone atau modulasi lain yang dianggap cocok untuk dijadikan sebagai Beep… dan ini merupakan suatu ciri khas tersendiri terhadap identitas Repeater.

Bagaimana cara menciptakan effect Beep pada Radio (Roger Beep) ataupun Repeater..? tentu banyak cara untuk membuatnya, salah satunya design DK9RL yang dimuat pada Radio Magazine Funkschau Nr. 21 di tahun 1974, dan dimodifikasi oleh IN3DEG, Siegfried Degasper pada tahun 1980 klik disini atau disini

Atau bisa juga memanfaatkan IC Voice Record and Playback produk Winbond / ChipCorder dengan berbagai macam tipe. Courtesy Beep dan Roger Beep yang pernah saya buat menggunakan tipe ISD1420 dan ISD2560… Tipe 2560 ini memiliki durasi sampai 60 detik… saya kira cocok untuk diterapkan sebagai Idle Announcement pada Phone Repeater atau WX Station.

ISD1420 sml

Kit ISD1420


Menariknya Chip ini dapat diisi berdasarkan peng-alamatan.

Data sheet dari ISD1420 dapat di download disini atau disini

Contoh File Beep/Courtest Tone dapat di Download disini

Penggunaan Chip ISD1420 dengan COR #3 sangat mudah, Anda cukup menghubungkan konektor X3 pada COR#3 ke Tombol PLAYE pada Kit ISD1420 ( pin-24 ).
Sedangkan untuk merekam Tone Beep kedalam Kit, yang diperlukan hanya menghubungkan Line Out (PC Sound Card) ke konektor Microphone pada Kit… tentunya Anda harus meiliki Software Music Player (minimal winamp atau yang lain) untuk menjalankan File Beep tersebut… dengan cara Tekan Tombol REC (Kit) lalu PLAY Winamp.. dan lepas kembali tombol REC. Untuk menge-test-nya tekan tombol PLAYE.

Cara lain yang lebih mudah agar timing play REC dan stop REC tidak kependekan / kepanjangan.. gunakan :

Software Gcvoicekeyer atau VITVoiceKeyer

Caranya adalah memanfaatkan Sound Card Interface yang ada, lalu sambungkan kabel ke Pin-5 (Collector -Opto) ke Pin-27 ISD1420 atau dengan menambahkan sendiri :

  • 2 bh Diode 1N4148

  • 1 bh Resistor 1k s/d 2k2

  • 1 bh Transistor NPN (2N3904 / equivalent)


Kemudian Pin Colector dari Transistor diatas dihubungkan dengan Tombol REC (Pin-27 ISD1420).

Di Posting berikutnya mudah2an saya bisa nambahin oret-oretan mengenai Roger Beep / Courtesy Beep dengan IC ISD1420.

Schematic COR 2006


PCB Overlay COR 2006


PCB Silk COR 2006


PCB Bottom COR 2006



Selamat mencoba…


Artikel ini dapat di Download disini


Salam
73 de yc5nbx
Selengkapnya……

Sabtu, 13 Desember 2008

COR #2 - Carrier Operated Relay

COR ini saya dibuat pada tahun 2004, dan saat itu masih menggunakan PCB (perforated board). Bisa Anda bayangkan betapa semrawutnya track/jumper yang terpasang… dan timah solder yang hampir menutupi seluruh Pad PCB.

My 2nd Repeater


COR ini saya buat untuk menggantikan COR sebelumnya,… alasanya “untuk melindungi Repeater dari sang Jammer ” sehingga Repeater cukup aman karena “dia” sudah memiliki pembatas waktu bicara / transmit dan juga waktu pemulihan setelah Pinalti.

Design COR ini sebetulnya cukup simple.. karena hanya terdiri dari beberapa pasang NOR Gate yang saya pergunakan sebagai inverter tegangan, Analog Bilateral switch lalu 2 pasang Timer sebagai Clock untuk Count Down, 1 Timer sebagai Delay PTT (Negative Recovery), dan relay driver yang kesemuanya merupakan rangkaian Analog.

Sepintas memang terkesan rumit…karena cukup banyak komponen yang dibutuhkan.. selain biayanya juga relatif lebih mahal dibandingkan jika Anda menggunakan rangkaian yang lebih modern ( µC ) .

Sehingga design COR ini cocok bagi Anda yang ingin melatih diri dalam hal Elektronika Dasar seperti saya.

Disini saya hanya akan menjelaskan sedikit Fungsi dari bagian schematic dibawah ini :

  1. IC CD4066 adalah Quad Bilateral Switch.. sepasang terdiri dari 1 pin berfungsi sebagai tegangan kontrol (trigger) dan 2 pin lainya sebagai Switch (I/O).

  2. IC CD4001 adalah Inverter Tegangan (NOR Gate) bisa diganti dgn CD4049.

  3. U7 dan U8 adalah Timer untuk membatasi waktu Transmit (TOT)

  4. U9 sebagai Delay PTT/Hang Time ( Tail Message ).

  5. U10 dan U11 Timer untuk pemulihan setelah TOT tercapai waktunya (Pinalty).

  6. Transistor hanya berfungsi sebagai Trigger dan Switch.

  7. Relay – Contact Point (Normally Open) dipakai untuk PTT. Relay ini bisa Anda ganti dengan Optoisolator yang harganya lebih murah.

  8. Dip Switch disini berfungsi sebagai pilihan setting waktu.. jika clock (U7 / U10) di set pada kisaran 1Hz =1 detik, maka sebagai contoh pin 4 (Q6) akan bertegangan (logic high) pada detik ke 32.

  9. Seluruh circuit ini menggunakan tegangan +5Vdc – 0Vdc, kecuali Relay (12Vdc)



Schematic


COR Overlay


COR SILK


COR Bottom



Ukuran Keping PCB = 8,954 cm x 15,304 cm


Sebaiknya gunakan PCB Fibre, meskipun harganya lebih mahal dikit… tapi hasil yang didapat akan lebih baik… percayalah!



Repeater pada foto diatas menggunakan COR ini, tapi hanya berjalan 3 tahun, karena disambar Petir, nampak Element Antena DIAMOND F23 yang tak berdaya lagi…. ( Makanya lain kali mesti pasang Arrester ya! )


Antena Jebol



Daftar komponen dan Pin out dapat dilihat seluruhnya dengan Download Disini.



Selamat mencoba…


Salam, 73
de yc5nbx
Selengkapnya……

COR #1 - Carrier Operated Relay

Carrier Operated Squelch atau Carrier Operated Switch dulunya dikenal sebagai Carrier Operated Relay (COR) bahkan hingga saat ini kawan-kawan lebih sering menyebutnya COR.

Carrier Operated Relay itu sendiri berfungsi sebagai control PTT pada sebuah Repeater.
Perbedaan antara COR dengan COS yaitu pada tegangan keluaran-nya. COR umumnya berupa Contact Point – Relay (Dry Contact), karena pada jaman-nya semua Radio menggunakan Tabung dan Relay untuk keperluan Switchingnya. Meskipun saat ini masih banyak Radio menggunakan Tabung, tetapi hanya dipakai pada bagian akhir (amplifier).

Sedangan Radio jaman sekarang yang lebih dikenal dengan istilah Solid State maka COS yang dihasilkan adalah berupa perubahan nilai tegangan, dimana Signal yang diterima oleh unit receiver pada titik open squelch akan berubah statusnya dari Logic Low ke Logic High (+5V / 0V-Ground) atau sebaliknya.

Yang paling mudah Anda lihat dari perubahan tersebut adalah pada Indicator “Channel Busy” biasanya dalam bentuk LED.
Status Logic inilah yang dimanfaatkan untuk men-drive relay, transistor ataupun optoisolator…yang dipakai sebagai PTT.

Gambar dibawah ini terdiri dari COR (COS buffer - Delay - Relay Driver) dan Audio Buffer serta Diagram Block Repeater.

Simple COR Schematic

Panjang / pendeknya delay dapat diatur dengan merubah nilai C2 dan pengaturan VR2.

Memang tidak semua jenis radio menyediakan terminal COS, sehingga keterampilan dan kesabaran Anda diperlukan untuk membuka casing radio dan mencari titik COS tersebut.

Jika Anda merasa “sayang” dengan radio Anda yang mungkin masih bagus dan mahal lalu harus di oprek-oprek, maka ada solusi lain untuk menciptakan sebuah COS tanpa harus merusak segel garansi… lihat schematic pada link berikut ini

Prinsip kerja rangkaian tersebut kurang lebih sama dengan rangkaian VOX, dimana Audio dari Receiver (Speaker) akan dirubah menjadi suatu tegangan rata (dc) oleh 2 buah Diode 1N34 yang selanjutnya dirubah menjadi Logic Low atau High dengan Transistor 2N2222A.
Circuit ini sebetulnya sudah bisa dipakai untuk men-drive sebuah relay / optoisolator (PTT), atau Anda dapat menggabungkan kedua circuit tersebut untuk membuat sebuah Repeater.

Namun circuit VOX / COS seperti gambar tersebut diatas bukanlah merupakan jaminan bahwa Repeater akan bekerja dengan baik…? Hal ini disebabkan karena sifat dari VOX yang memiliki treshold tertentu. Sebagai contoh… jika Anda men-transmit-kan radio tapi Anda tidak mengeluarkan suara apapun (diam) apalagi noise di hamshack anda juga sangat kecil “hening”, maka yang terjadi VOX akan jatuh alias tidak mengeluarkan Signal.

Jadi menurut pendapat saya, sebaiknya gunakan COS bawaan dari Transceiver dengan mencari titik signal receiver-nya, lalu gunakan circuit COR diatas.

Contoh Transceiver yang sudah dilengkapi dengan COS biasanya terdapat pada produk Motorola dan sebagian produk Alinco.

Berikut adalah gambar PCB lengkap dari circuit tersebut diatas (COR dan Audio Buffer) :



Simple COR overlay Simple COR Silkscreen
Simple COR bottom My First Repeater


Artikel lengkap dengan Daftar komponen dapat di Download disini.

Selamat mencoba

de yc5nbx 73
Selengkapnya……