Sabtu, 21 Februari 2009

Roger Beep with Voice Chip ISD2560

Seperti yang pernah saya janjikan pada artikel sebelumnya mengenai Roger Beep ISD1420.

Berikut ini adalah Schematic dari Roger Beep dengan menggunakan Voice Chip ISD2560. Sepintas memang terlihat sama persis dengan ISD1420, yang membedakan hanya pada bagian Recordnya saja.
ISD2560 equivalent dengan seri ISD2540 atau ISD2590.

Roger Beep ISD2560



Silahkan Anda perhatikan schematic diatas, sengaja saya menambahkan sebuah Relay untuk menciptakan delay pada proses perekaman audio lihat juga Timing Diagram pada gambar dibawah ini. Dalam percobaan sebelumnya delay yang saya buat menggunakan 2 gerbang CMOS Hex Intverting namun hasilnya kurang presisi... tidak selamanya berhasil ketikan proses perekaman.

Gambar PCB untuk ini belum saya upload, mudah2an dikesempatan yang akan datang kalau penyakit malas-ku dah sembuh pasti akan saya tambahkan. Tapi saya yakin Anda dapat membuatnya sendiri.

Photobucket

P/R : Playback / Record.
CE : Chip Enable

Download Schematic dalam format pdf klik disini.

Catatan :
Eltech Toko
Psr Genteng St E/1-2
SURABAYA 60275
031-5316320


de yc5nbx
Selengkapnya……

Jumat, 30 Januari 2009

ROGER BEEP with Voice Chip ISD1420



Roger Beep berfungsi sebagai pembangkit tone pendek yang dipasang pada perangkat radio untuk memberikan tanda bahwasanya transmisi telah berhenti / selesai.
Tujuannya adalah agar orang lain (lawan QSO) mengetahui bahwa Anda telah selesai melakukan transmisi / melepas PTT dan mereka dapat membalas / menjawabnya.

Roget Beep awalnya digunakan pada perangkat SSB, kemudian berkembang menjadi tone yang identik dengan karakter "K" pada Kode Morse (dah-dit-dah), kemudian muncul 5tone dll.

Kira-kira di tahun 2004 muncul berbagai macam jenis Roger Beep pada perangkat Handy Transceiver dengan harga yang sangat terjangkau namun memiliki beberapa pilihan Roger Beep, sebut saja salah satunya adalah “olinca” (maaf bukan promosi lho).

Roger Beep yang sudah saya buat memang kurang praktis dari segi ukuran, karena cukup banyak komponen yang dipergunakan… tetapi dia memiliki fungsi yang lebih flexible.
Anda dapat mengisi dan mengganti jenis tone/suara apapun yang menurut Anda paling “pantas” dijadikan sebagai Roger Beep.

Pembangkit Tone untuk roger beep ini menggunakan Chip Voice Record and Playback produk dari ChipCorder. Seri / tipe yang saya pilih adalah ISD1420 (durasi 20 detik) atau dapat juga mempergunakan ISD1416 (durasi 16 detik).
Seri ini sengaja saya pilih tentunya dengan alasan "kebutuhan", karena semakin panjang durasinya semakin mahal pula harganya. Kecuali jika akan dipergunakan sebagai Analog Voice Keyer untuk Contest dengan mode Phone.

Roger Beep pada design ini meskipun dibuat untuk perangkat Kenwood TM-261A bisa juga dipergunakan untuk perangkat merek ICOM atau ALINCO dll.. yang perlu menjadi perhatian hanya pada bagian Microphone, PTT dan Ground tentunya.


Sebelum saya menjelaskan bagaimana cara pengisian Tone / Audio ke Chip terlebih dahulu saya sampaikan...

Bagaimana cara kerjanya ?

  1. Anggap saja Tone / Beep sudah ditransfer (recorded) ke Chip Voice (U4)

  2. U2 dan U3 berfungsi sebagai One Shot Trigger., ketika PTT ditekan maka kondisi Pin-3/U2 menjadi High dan sekaligus mengisi kapasitor C2. Sedangkan output pada Pin-10/U2 menjadi Low. Sehingga input pada gerbang AND U3/Pin-1 High & U3/Pin-2 Low, maka Pin-3/U3 tidak terjadi perubahan (tetap Low).

  3. Setelah PTT dilepas, U2/Pin-10 menjadi High dan U2/Pin-3 menjadi Low. Namun tegangan pada D2 Cathoda masih tetap High untuk beberapa saat, hal ini disebakan oleh karena Capacitor C2 masih menyimpan tegangan (discharge). Karena masukan tegangan pada U3/Pin-1 High dan Pin-2 juga High, maka output pada U3/Pin-3 pun juga menjadi High.

  4. Transistor Q2 mendapat trigger dari U3/Pin-3 (Open Colector), maka U4/Pin-24 (PLAYE) menjadi Low / Enable (Playback Enable).

  5. Untuk menjaga durasi PTT agar Tone / Beep tidak terpotong, maka ditambahkan sebuah rangkaian (U1 / Negative Recovery) untuk mengatur PTT Delay. Atur trimpot VR1 hingga Tone / Beep tidak terpotong.

  6. U5-LM386 disini berfungsi sebagai Preamp Mic.. rangkaian opamp ini diperlukan untuk menjaga keseimbangan Audio Microphone dengan Tone/Beep setelah di campur melalui R19 dan R22 dan selanjutnya Audio dari terminal X5 di hubungkan ke Pin-3 RJ45 (Female) di Panel bagian depan Radio.

  7. PTT ke Radio diambil dari Colector Q2 atau pada Terminal X2.

  8. U6 berfungsi sebagai Switch untuk memulai merekam setelah mendapat trigger dari Com Port (DB-9) jika Anda menggunakan Software Voice Keyer

  9. Trimpot VR2 digunakan untuk mengatur level Volume Tone/Beep.

  10. Trimpot VR3 digunakan untuk mengatur Gain/Volume Extra Mic.



Cara Pengisian Tone / Beep ke Chip Voice.

  1. Untuk memudahkan pengisian Audio Tone ke Chip, gunakan software voice keyer milik KA8VIT, seperti yang pernah saya singgung pada Artikel sebelumnya.

  2. Masukkan Stereo phone plug ke Line Out pada Sound Card Komputer.

  3. Siapkan beberapa File Tone/Beep dalam Format *.wav

  4. Tambahkan File tersebut ke Software KA8VIT pada tombol yang masih kosong (Blank) dengan cara klik kanan, lalu pilih file yang akan ditambahkan dan beri judul pada “New Button Caption”

  5. Untuk memulai perekaman, Anda tinggal tekan salah satu tombol yang telah diberi judul.

  6. Selama proses perekaman, LED D3 akan menyala, dan setelah LED tersebut padam, silahkan Anda tekan PTT pada Extra Mic lalu lepas kembali dan Tone/Beep pun akan terdengar di akhir PTT.


Chip Voice ini juga dapat ditambahkan dengan BCD Rotary Switch sebagai Addressable Selector (A0 –A7), sehingga Rogerbeep Anda akan memiliki 10 atau 16 jenis Tone/Beep yang berbeda. Jika kesulitan mencari BCD Rotary Switch.. dapat juga diganti dengan rangkaian Presettable Binary / Decade Up/Down Counter misalnya…

Rogerbeep ISD1420 Schematic
Schematic Roger Beep ISD1420


Rogerbeep Overlay
PCB Overlay


Rogerbeep SilkTop
PCB SilkTop


Rogerbeep Bottom
PCB Bottom

Component Layout Roger Beep
Komponen Layout-1


Roger Beep ICOM & KENWOOD
Komponen Layout-2


Di Artikel mendatang saya akan tambahkan Rogerbeep dengan Chip Voice ISD2560, karena Chip ini berbeda dengan ISD1420 terutama dalam hal Timing Control pada proses perekaman.


Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.



Download



73 de yc5nbx
Selengkapnya……

Minggu, 18 Januari 2009

CARA SETTING POWER GM300, M120, M10

Melengkapi artikel sebelumnya yang memang masih kurang terutama pada bagian pengaturan power TX.

Caranya sebagai berikut :


Step-1 :
Dari menu Utama : Tekan F2-SERVICE (Foto-1)
Main Menu
Foto-1


Step-2 :
Setelah masuk ke menu SERVICE, kemudian tekan F2-ALIGNMENT: Transmitter and Receiver (Foto-2)
Service Menu
Foto-2


Step-3 :
Pada menu SERVICE:ALIGN kemudian tekan F7-TX POWER Adjustment (Foto-3)

Aligment Menu
Foto-3


Step-4 :
Tunggu sesaat,… dan tampilan menu berubah seperti pada Foto-4

Default Power
Foto-5


Nampak bar dengan warna Merah adalah posisi Power yang belum dirubah / settingan terakhir.
Untuk menambah Power gunakan tombol panah Atas-Bawah, semakin besar nilai Relative Value maka semakin besar pula power yang dikeluarkan.

Step-5 :
Untuk menyimpan setting power yang telah dirubah tekan F8-PROGRAM VALUE (Foto-6), jika muncul menu berikutnya Tekan F2-CONTINUE atau Tekan F10-untuk membatalkan.

Power Adjust
Foto-6



Download


73 de yc5nbx

Selengkapnya……

Kamis, 08 Januari 2009

CARA MEMPROGRAM MOTOROLA M10, M120, GM300

Setelah selesai membuat sendiri Simple Radio Interface Box, selanjutnya Anda pasti ingin mencobanya tapi mungkin masih ada yang belum terbiasa.. seperti kawanku yang selalu minta tolong ketika ingin merubah setting Tone Squelch (TPL) Repeaternya. Mudah2an setelah tulisan ini terposting dapat “mewakili” tanpa harus datang ke hamshack-nya.

Tipe radio yang saya jadikan contoh adalah M120. Untuk tipe lainnya seperti pada judul diatas, kurang lebihnya hampir sama… kecuali tipe GM300 yang terdapat tambahan menu Signaling (DTMF, MDC1200, Quick Call).

Open Program
( Foto-1 ) tampilan menu pertama kali



Software yang dipakai untuk ini sengaja saya pilih versi DOS, karena jika menggunakan versi Windows maka petunjuknya sama persis dengan Posting sebelumnya tentang Cara Program GP308 pada Blog ini.

Seperti biasanya saya anggap Anda sudah meng-instaal Sotware untuk keperluan ini.. dan pastikan Windows yang Anda pakai adalah Windows 98 atau dibawahnya (Low Speed). Karena dibeberapa kasus, jika menggunakan Windows XP umumnya tidak bekerja dengan baik, meskipun pernah saya mencoba dikomputer kawan dan ternyata berjalan dengan normal. Terkecuali jika Anda menggunakan Software Motorola versi Windows.

Pastikan Komputer Anda termasuk Power Supply untuk Radio dan RIB ter-backup dengan UPS, ini sangat PENTING agar Radio Anda tidak rusak ketika proses pembacaan Codeplug dan perubahan parameter selesai tapi belum sempat disimpan dan tiba-tiba listrik padam.

Step-1
Aktifkan Radio Anda sekarang, dan pastikan RIB telah terhubung ke Serial Port (DB9) dan RIB telah terhubung ke Radio ke Microphone (RJ45 / J11).
Jalankan program (Start->Program->GM300)
Tunggu sesaat.. komputer biasanya akan Restart dan langsung masuk ke Program ( Foto-1 )

Lalu tekan sembarang tombol pada keyboard maka tampilan akan berubah seperti pada Foto-2.
Main Menu
( Foto-2 )


Step-2
Tentukan Com Port yang digunakan dengan cara tekan F9 ( Foto-2 ) maka akan masuk ke Menu SETUP ( Foto-3 )
Setup
( Foto-3 )


Selanjutnya tekan F3 (PC Configuration : Drivers,…) menu berubah ke SETUP COMPUTER ( Foto-3b ).
Setup COM-PORT
( Foto 3b)


Untuk merubah default Serial Port, gunakan tombol panah keatas / kebawah, jika sudah sesuai tekan F3 (COMM TEST) dan LED-data pada RIB akan menyala sesaat, pertanda komunikasi telah berjalan dengan baik ditandai dengan munculnya pesan “Radio Communications OK” di layar bagian Kanan Atas (Foto-4)
Setup Port
( Foto-4 )


Untuk menuju ke menu selanjutnya, tekan F10 (EXIT) untuk keluar dari menu SETUP COMPUTER.
Step-3
Get and Save
( Foto-5 )


Berikutnya tekan F2 (Read Radio) untuk pembacaan Codeplug. Tunggu dan jika tidak terjadi masalah, maka tampilan progres akan terlihat seperti pada Foto-6 (100%)
Read Radio
( Foto-6 )


Setelah pembacaan selesai (100%) kemudian tekan F10 (Foto-6) untuk keluar dari menu GET/SAVE:READ CODEPLUG.

Step-4
Tekan F4 (CHANGE /VIEW Codeplug Data) pada Foto-7 maka tampilannya berubah seperti pada Foto-8 (CHANGE/VIEW)
Main Menu
( Foto-7 )


Change View
( Foto-8 )


Tekan F5 (MODE Configuration : Frequency, Squelch Type and Codes) tampilannya akan berubah seperti Foto-9

Step-5
Pada menu ini (CHANGE/VIEW:MODE) Anda dapat melakukan perubahan nilai Frequency, Tipe Squelch dll.
Untuk memindahkan kursor ke setelan yang lain gunakan tombol Tab.
Change View Mode
( Foto-9 )


RX dan TX Frequency, Anda dapat merubahnya dengan cara menekan tombol angka pada keyboard langsung.
RX dan TX Squelch Type / Code. Masing masing terdapat 3 pilihan CQS, PL dan DPL.

CSQ = Carrier Squelch ( tanpa PL dan DPL )
TPL = Tone Private Line, istilah untuk Motorola sedangkan pada produk lain dikenal dengan istilah CTCSS (Continuous Tone - Coded Squelch System). Private Line ini bersifat Analog.
DPL = Digital Private Line / DCS ( Digital Code Squelch )

TX Inhibit on Busy jika dipilih "Y" maka Radio tidak dapat memancar (PTT disable) selama signal yang diterima masih ada / Channel Busy (Open Squelch).

Local / Distance = DX ( pilihan untuk filter penerimaan/RX, Local = jarak dekat dan DX=jarak jauh). Jika Anda ingin mengetahui penjelasan singkat secara langsung dari submenu yang akan dirubah, tekan tombol F1.

Dan penjelasan lengkap mengenai CSQ, TPL, DPL dan CTCSS silahkan mampir ke onfreq.com CTCSS dan onfreq.com DCS atau Radiojohn

Change View Radio Mode
( Foto-10 )


Sebelum memasukan nilai frequency baru, sebaiknya di periksa terlebih dahulu frequency range yang diijinkan. Perhatikan Foto-10 HIGH BAND……..146.0-174.0 MHz.
Untuk masuk ke menu seperti pada Foto-10, dari menu CHANGE / VIEW:RADIO WIDE (Foto-8) tekan F2. Pada menu ini yang dapat dirubah hanya pada submenu OPTION.

Step-6
Setelah selesai merubah seluruh parameter yang diinginkan (Foto-9 dan 10), selanjutnya tekan dua kali F10 agar kembali ke menu utama seperti pada Foto-7.
Meskipun data telah Anda rubah, bukan berarti sudah masuk ke radio, masih ada 3 tahap lagi yang harus di jalankan.
Write Program
( Foto-11 )

Dari Foto-7 tekan F3 (GATE /SAVE Codeplug Data) maka akan masuk ke menu GATE/SAVE (Foto-5) kemudian tekan F8 (PROGRAM CODEPLUG).

RIB Action
( Foto-12 )


Muncul popup menu !!! WARNING !!! (Foto-11), kemudian tekan F2 untuk menyimpan (write data) atau F10 untuk keluar jika tidak ingin menyimpannya.

Selama penyimpanan data, LED pada RIB akan menyala berkedip-kedip / blink (Foto-12) dan tunggu hingga 100% dan biasanya diakhiri dengan nada Beep yang keluar dari Speaker Radio.

Sampai disini pemrograman M120, M10 atau GM300 telah selesai.. dan Anda sudah diijinkan untuk melepas sambungan kabel power supply ke radio / rib.

Mudah mudahan berfanmaat.

Download atau klik Save as PDF

73, de YC5NBX
Selengkapnya……

Rabu, 31 Desember 2008

RF GATEWAY REPEATER YC5ST-R

Repeater ini awalnya dipakai untuk Local Repeater di Kota Pekanbaru (khususnya), meskipun tidak terlalu tinggi Antena-nya, namun cakupanya ternyata cukup luas hingga ke pesisir Sumatera Barat pada saat itu, padahal LOS nya kurang bagus... mengingat "Pegunungan Bukit Barisan" hampir terbentang sepanjang pulau Sumatera.

YC5ST-R



Karena kebaikan dari sang pemilik Repeater - Om Hasmijanto,YC5ST maka beliau pun pasrah (rela) Repeaternya dijadikan sebagai Gateway eQSO (YC5ST-R).
Repeater yang nampak pada foto diatas, awalnya dari type GR300 lalu diganti Inputnya dengan M120, termasuk Power Supply-nya diganti dengan YAESU sedangkan yang aslinya disimpan sebagai cadangan.

COR (R.I.C.K) yang dipakai adalah produk Motorola (asli), sehingga saya pun juga segan untuk mengopreknya/modifikasi. Permasalahannya jika kabel harus dimasukkan ke RICK (J3-2), sepertinya tidak ada celah yang cukup untuk melewatkan beberapa utas kabel, bisa saja sih di bor, tapi yang punya nanti cemberut. ( serba salah kan ? )
Sehingga alternatif yang paling mudah dengan cara memasukan Audio dan PTT langsung ke Microphone plug / RJ45 (J11).









Yang perlu diperhatikan adalah Level input audio ke Microphone (J11-5), itu sebabnya Sound Card Interface sangat diperlukan untuk menghindari terjadinya distorsi audio.

Pada beberapa kasus, audio dari PC (Line Out) yang dipancarkan ulang dengan Repeater (Motorola) melalui Pin-2 J3 terkadang terlalu kecil.

    Solusinya antara lain :

  • Memastikan nilai kapasitor coupling pada Interface yang menuju Microphone Radio yaitu antara 2,2 uF sampai dengan 10uF (semakin besar kapasitor, maka semakin besar pula audio yang dikeluarkan)

  • Mengatur level (potensio) audio pada interface.

  • Memindahkan Jumper pada JU651 (3-Pin Header) dari posisi A ke B.


JU651

Posisi JU651


Schematic GM300 JU651

Schematic GM300 (JU651)


Gambar skematik lengkap GM300 silahkan kunjungi web (OM Colin, G1IVG) disini


73, yc5nbx Selengkapnya……

Kamis, 25 Desember 2008

SIMPLE DTMF DECODER RC

Sepertinya tidak lengkap jika Repeater yang sudah Anda buat belum dilengkapi dengan peralatan pengendali jarak jauh (Remote Control).
Remote Control yang akan dibuat disini dengan metode Dual Tone Multi Frequency sebagai Kode Signal sedangkan media pembawanya dalam bentuk Radio Frequency.

    Signal DTMF memiliki 2 group Nada/Tone/Frequency.
  • Group pertama adalah Row (baris) terdiri dari Frequency Rendah,

  • Group kedua adalah Colomn (kolom) terdiri dari Frequency Tinggi.


KEYPAD HT

Bila Anda menekan PTT pada sebuah HT kemudian diikuti oleh tombol Keypad seperti pada gambar diatas, maka akan menghasilkan Tone DTMF. Sebagai contoh jika tombol 1 ditekan maka "dia" akan membangkitkan 2 Tone sekaligus yaitu 697Hz dan 1209Hz.


Baris : 697Hz, 770Hz, 852Hz dan 941Hz
Kolom : 1209Hz, 1336Hz, 1477Hz dan 1633Hz


DTMF keypad frequencies (with sound clips)
1209 Hz1336 Hz1477 Hz1633 Hz
697 Hz123A
770 Hz456B
852 Hz789C
941 Hz*0#D

Penjelasan lengkap mengenai DTMF serta jenis Tone yang lain dapat Anda baca disini


Dalam posting ini, DTMF RC yang dibuat adalah bagian Decoder-nya saja (penerima).. dan untuk Encoder-nya (DTMF Tone Generator) bisa mempergunakan HT, RIG atau Software DTMF DIAL.

DTMF Decoder ini sengaja dibuat hanya terdiri dari 4 digit / 2 command, dimana (2 Digit) + (*) untuk SET (ON) dan (2 Digit yang sama) + (#) untuk RESET (OFF), Anda dapat memodifikasi sendiri jumlah Command yang akan dibuat.

PCB ini dilengkapi dengan 7 segment display untuk menampilkan Digit yang diterima, walaupun cuma 1 digit, setidaknya dapat membantu untuk memastikan kebenaran digit yang dikirim.. (tahap pengetesan)
Agar display dapat ditampilkan, maka terminal X2-X2 harus di jumper, sesuaikan masing masing pin-nya (A=Q1, B=Q2, C=Q3, dan D=Q4) lihat data sheetnya.


DTMF Overlay

DTMF Silkscreen

DTMF Bottom

DTMF RC Telp

Foto ini bukanlah gambar PCB diatas, tapi nama dan fungsinya sama, hanya saja beda pada media pengirim DTMF-nya, yang ini menggunakan saluran Telp kabel (PSTN).

Schematic Simple DTMF RC


DTMF Schematic


    Catatan :
  1. IC 4 line to 16 Decoder/Demultiplexer yang dapat dipakai untuk men-decode 4 binary yang dihasilkan oleh MT8870 adalah type CD4514 atau persamaanya CD4067 atau 74LS154 :


    • Misalnya yang Anda punya hanya IC4067, maka pada bagian Outputnya (16 Digit) harus dipasang pulldown resistor, agar status digital ( High / Low ) dapat merespon dengan cepat.

    • Jika menggunakan IC 74LS154, maka pada bagian outputnya harus ditambahkan IC Inverting (CD4049 atau 74LS04) atau dapat juga menggunakan NOR Gate.


  2. Crystal yang dipergunakan biasanya saya pakai model kaleng :

  3. 7 Segment Display dari type common Cathoda, resistor yang dipakai seharusnya 7 x 220 Ohm, karena PCBnya udah terlanjur… (malas ngeditnya) sebagai penggantinya pakai 1 bh resistor pada Common-nya saja, dengan nilai 560 Ohm 0,5 Watt.


  4. LED-Based 7-segment display showing the 16 Hex digits



  5. Dip Switch dapat diganti dengan jumper dari kabel (4 jumper), untuk menekan biaya.

  6. IC 7812 juga bisa ditiadakan, dengan catatan tegangan supply-nya 12VDC atau menyesuaikan dengan tegangan relay.

  7. Level Audio dari Radio penerima DTMF harus anda set hingga Decoder mampu mendeteksi Signal yang tepat. Bila perlu di test dengan Tone DTMF yang ditambahkan noise misalnya.


Sebagai penerima Signal DTMF, biasanya saya mempergunakan HT, sehingga didalam Box Repeater terdapat 2 Radio (RIG) dan 1 HT.

Sebetulnya diambil dari Radio (RX) pun bisa, dengan catatan harus menambahkan Circuit Audio Muting agar Tone yang dikirim tidak dipancarkan kembali oleh Transmiter (TX).
Langkah yang paling mudah untuk membuat Audio Muting adalah memutus Audio dari RX yang menuju TX dengan Relay , dimana drive / trigger-nya dapat diambil dari Pin-15 (Steering Delay) pada IC MT8870 .
Pin-15 ini akan mengeluarkan Tegangan 5V, ketika mendeteksi adanya Signal DTMF yang berlaku / Digit Valid.

Gambar dibawah adalah petunjuk cara menghubungkan rangkaian DTMF RC ini dengan COR#2 atau COR#3.
Karena tujuannya untuk menonaktifkan repeater, maka sengaja saya putus pada bagian COS Buffer atau bisa saja pada bagian PTT misalnya.

DTMF Wiring


DATA SHEET :


| CD4514 | CD4067 | 74LS154 | MT8870 | CM8870 | 74LS48 |

REFF :


HAMTRONICS


Selamat menyolder Download


| 73 de yc5nbx |
Selengkapnya……